Jumat, 27 Agustus 2010

mau diapain lagi?

    ternyata emang bener putus cinta itu paling gak enak. sekalipun itu "cinta monyet" kalo kita udah emang dasarnya cinta banget sama orang itu pasti pas ditinggalin kita bakalan lebih gila daripada orang gila.
    waktu terus berjalan dengan kecepatan yang belom pernah gue prediksikan sebelumnya. gue udah sendiri, dia juga udah punya yang baru. Long Distance Relationship yang kita jalanin selama lima bulan udah tutup buku tanggal 20 juni 2010. cerita putus gue sama dia bakal gue ceritain di-post berikutnya...
    barusan gue ngeliat status dia yang "i miss you i miss your face your voice your smile your laugh i miss time when we sit together when you where beside me when i hug you when i kiss your check when we spend time together... i wait unpatient to you, i'll come soon my boy, i really miss you.". sempet Ge-Er sih ngeliat statusnya, dan status dia juga gue langsung like. ada salah satu user facebook yang komen di status dia "rindu sama siapa? awas ada yang cemburu" dan mantan gue pun menjawab dengan nama pacarnya yang baru. well, emang sakit sih tapi, mau diapain lagi. lo pasti taulah perasaan gue kayak gimana.
    ada beberapa hal yang gak pernah gue dapet waktu pacaran sama dia dan pacarnya yang baru dapatkan, kayak dia tulis nama pacarnya yang baru di status FB-nya, padahal belom satu bulan jadian, sementara gue? sembilan bulan setengah aja belom pernah kayak gitu. kalo dibilang iri sih gue iri banget tapi, kembali ke kata-kata gue yang tadi "mau apain lagi?". dan kayaknya dia emang bener-bener udah dapet pacar yang jaaaauuh lebih baik daripada gue.
    setiap online pasti selalu liat profilenya dia, liat statusnya, liat foto-foto terbarunya tanpa negur dia sama sekali. apa dia udah bener-bener ga ada rasa sama sekali sama gue? tapi kenapa dia bisa secepat itu ya? kenapa gue lama banget bisa ngelupain dia? walaupun gue sempet jadian sama cewek lain waktu udah putus, dan itu gue juga gak pernah serius. apa dia masih nyimpen gelang yang pernah gue kasih? apa dia masih nyimpen kaos mario bros yang pernah gue kasih? mudah-mudahan masih.
    gue cuma bisa ngedoain dia, mudah-mudahan dia dapet yang sesuai dengan dia, yang lebih segalanya dari gue, AMIN.. dan buat pacarnya, gue cuma bisa bilang "tolong lo jaga dia baik-baik, gue sayang banget sama dia".

Selasa, 15 Juni 2010

10 januari 2010

    Di bandara sam ratulangi manado suasana bandara sepi, gue berjalan kearah pintu masuk bandara sambil dengerin sebuah kisah klasik nya sheila on7 dari headset gue. gue berharap pacar dateng buat ngeliat gue dan gue ngeliat dia buat yang terakhir kalinya. ternyata yang gue liat cuma orang - orang yang ga pernah gue liat sebelumnya. dari kejauhan gue masih bisa liat tiga sahabat gue yaitu gilank, marvil, sama hafids yang tadi nganterin gue ke airport, dan mereka udah berbalik arah entah mau kemana. salah satu dari mereka bertiga yaitu gilank melambaikan tangan dan berteriak"JANGAN LUPA SAMA KITA YA BENK!!" dan gue cuma bisa senyum sambil mengangkat jempol kearah mereka. gue emang sering dipanggil kembenk, yang artinya testis sama penis yang kecil(itu sih kata orang - orang).

dibawah ini gue(pake topi) sama hafids waktu di bandara

















 dibawah ini gue sama marvil

















dibawah ini gue sama gilank

















ini kita berempat, sangat terlihat gay






















 dan inilah sekumpulan cowok - cowok dengan muka boy band

















      Well, setelah gue kurang lebih tiga tahun tinggal di manado dan akhirnya gue harus pindah ke jakarta, kota kelahiran gue. tradisi pindah - pindah emang udah melakat di keluarga gue. dulu gue lahir di jakarta sampe kelas empat SD dan pindah ke batam selama empat tahun dan pindah lagi ke manado selama kurang lebih tiga tahun. gue pindah - pindah karna bokap gue emang kerja di imigrasi, jadi pindah - pindah. dan yang ga mengenakkan adalah ketika harus ninggalin orang yang udah kita anggap special, entah itu temen, sahabat, pacar, bahkan tempat - yang emang udah ada kenangan tersendiri.

    gue yang udah duduk di ruang tunggu dan mp3 player gue udah memainkan lagunya samsons yang hening. gue merem dan berharap ini cuma mimpi, trus ada orang yang ngebangunin gue. ternyata ini tuh bukan mimpi, ini sebauh kenyataan yang sangat harus dijalanin. gue matiin mp3 player gue, dan gue ambil handphone gue dari kantong celana. gue liat disitu udah ada sms dari temen - temen gue yang ga bisa dateng ke bandara, gue buka sms pertama dari putri"maaf ya ga bisa dateng" sms kedua dari audy"maaf ya yan, ga bisa nganterin, padahal pengen banget. tapi mobil tria lagi dipake." sms ketiga dari tria" maaf ya yan, mobilnya lagi dipake, padahal tadi malem udah ngerencanain supaya bisa dateng, tapi malah dipake.". gue bales ke semua"iya gpp kok :)". setelah gue udah selsai sms ke mereka, gue telpon pacar"tuuuuttt tuuuuuttt"

"halo" terdengar suaranya yang pelan

"ya hallo, hehe" gue mencoba bersikap relax

"belom take off?"

"belom"

"oh, kalo udah mau take off bilang ya"

"hmmh"

terjadi keheningan sekitar tujuh detik.

"bip"(panggilan dari dia ke gue)

"ya wed?"(panggilan dari gue ke dia)

"jangan pindah" terdengar suaranya makin pelan."jangan pindah, jangan pindah, jangan pindah" kata dia, ternyata dia nangis.

"ha? mau digimanain lagi wed. aku juga mana mau pindah, tapi aku musti ikut keluarga." gue berusaha meyakinkan.

"a-aku minta maaf" dia semakin mengangis

"maaf kenapa?"

"aku ga bisa nganterin kamu"

"oh, iya gpp kok, aku ngerti, hehe" kata gue"udah ah, ga usah nangis, cengeng" gue berusaha menghibur.

"bodo! terserah mau bilang cengeng kek, apa kek! kamu pikir gampang apa?!"kata dia marah sambil nangis.

"i-iya aku minta maaf" kata gue"sayang, aku udah mau masuk ke pesawat"

"yaaaaahhh" kata dia semakin terisak"biiiipp jaanngaaaannn"

mendengar suaranya buat gue menitihkan air mata.

"kita bakalan ketemu lagi kok, aku yakin" kata gue

"kapaaaannn?"

"aku juga ga tau, tapi aku yakin kita pasti bakalan ketemu lagi" kata gue"I LOVE YOU" gue melanjutkan.

"I-I LOVE YOU TOO" dia membalas

"udah dulu ya, nanti kalo udah di bandara jakarta aku telpon lagi" kata gue

"iya, hati - hati ya" kata dia"mmuuaah" dia memberikan ciuman sama sekali ga bisa gue rasain.

"muuah" gue membalas"bye" gue melanjutkan

"bye" kata dia dan langsung menutup telponnya.


    setiba gue di bandara soekarno-hatta jakarta, gue mengambil nafas panjang dan berkata dalam hati"Long Distance Relationship dimulai". lima bulan sudah gue menjalin hubungan jarak jauh sama dia, banyak hal yang kita laluin, mulai dari cemburu, kurang percaya, salah paham, bad repond, beda pendapat, bahkan hampir putus. dan komunikasi kita pun sekarang sudah menipis, banyak yang berubah, entah dia yang berubah atau memang jalan pikiran gue yang berubah.