Di bandara sam ratulangi manado suasana bandara sepi, gue berjalan kearah pintu masuk bandara sambil dengerin sebuah kisah klasik nya sheila on7 dari headset gue. gue berharap pacar dateng buat ngeliat gue dan gue ngeliat dia buat yang terakhir kalinya. ternyata yang gue liat cuma orang - orang yang ga pernah gue liat sebelumnya. dari kejauhan gue masih bisa liat tiga sahabat gue yaitu gilank, marvil, sama hafids yang tadi nganterin gue ke airport, dan mereka udah berbalik arah entah mau kemana. salah satu dari mereka bertiga yaitu gilank melambaikan tangan dan berteriak"JANGAN LUPA SAMA KITA YA BENK!!" dan gue cuma bisa senyum sambil mengangkat jempol kearah mereka. gue emang sering dipanggil kembenk, yang artinya testis sama penis yang kecil(itu sih kata orang - orang).
dibawah ini gue(pake topi) sama hafids waktu di bandara
dibawah ini gue sama marvil
dibawah ini gue sama gilank
ini kita berempat, sangat terlihat gay
dan inilah sekumpulan cowok - cowok dengan muka boy band
Well, setelah gue kurang lebih tiga tahun tinggal di manado dan akhirnya gue harus pindah ke jakarta, kota kelahiran gue. tradisi pindah - pindah emang udah melakat di keluarga gue. dulu gue lahir di jakarta sampe kelas empat SD dan pindah ke batam selama empat tahun dan pindah lagi ke manado selama kurang lebih tiga tahun. gue pindah - pindah karna bokap gue emang kerja di imigrasi, jadi pindah - pindah. dan yang ga mengenakkan adalah ketika harus ninggalin orang yang udah kita anggap special, entah itu temen, sahabat, pacar, bahkan tempat - yang emang udah ada kenangan tersendiri.
gue yang udah duduk di ruang tunggu dan mp3 player gue udah memainkan lagunya samsons yang hening. gue merem dan berharap ini cuma mimpi, trus ada orang yang ngebangunin gue. ternyata ini tuh bukan mimpi, ini sebauh kenyataan yang sangat harus dijalanin. gue matiin mp3 player gue, dan gue ambil handphone gue dari kantong celana. gue liat disitu udah ada sms dari temen - temen gue yang ga bisa dateng ke bandara, gue buka sms pertama dari putri"maaf ya ga bisa dateng" sms kedua dari audy"maaf ya yan, ga bisa nganterin, padahal pengen banget. tapi mobil tria lagi dipake." sms ketiga dari tria" maaf ya yan, mobilnya lagi dipake, padahal tadi malem udah ngerencanain supaya bisa dateng, tapi malah dipake.". gue bales ke semua"iya gpp kok :)". setelah gue udah selsai sms ke mereka, gue telpon pacar"tuuuuttt tuuuuuttt"
"halo" terdengar suaranya yang pelan
"ya hallo, hehe" gue mencoba bersikap relax
"belom take off?"
"belom"
"oh, kalo udah mau take off bilang ya"
"hmmh"
terjadi keheningan sekitar tujuh detik.
"bip"(panggilan dari dia ke gue)
"ya wed?"(panggilan dari gue ke dia)
"jangan pindah" terdengar suaranya makin pelan."jangan pindah, jangan pindah, jangan pindah" kata dia, ternyata dia nangis.
"ha? mau digimanain lagi wed. aku juga mana mau pindah, tapi aku musti ikut keluarga." gue berusaha meyakinkan.
"a-aku minta maaf" dia semakin mengangis
"maaf kenapa?"
"aku ga bisa nganterin kamu"
"oh, iya gpp kok, aku ngerti, hehe" kata gue"udah ah, ga usah nangis, cengeng" gue berusaha menghibur.
"bodo! terserah mau bilang cengeng kek, apa kek! kamu pikir gampang apa?!"kata dia marah sambil nangis.
"i-iya aku minta maaf" kata gue"sayang, aku udah mau masuk ke pesawat"
"yaaaaahhh" kata dia semakin terisak"biiiipp jaanngaaaannn"
mendengar suaranya buat gue menitihkan air mata.
"kita bakalan ketemu lagi kok, aku yakin" kata gue
"kapaaaannn?"
"aku juga ga tau, tapi aku yakin kita pasti bakalan ketemu lagi" kata gue"I LOVE YOU" gue melanjutkan.
"I-I LOVE YOU TOO" dia membalas
"udah dulu ya, nanti kalo udah di bandara jakarta aku telpon lagi" kata gue
"iya, hati - hati ya" kata dia"mmuuaah" dia memberikan ciuman sama sekali ga bisa gue rasain.
"muuah" gue membalas"bye" gue melanjutkan
"bye" kata dia dan langsung menutup telponnya.
setiba gue di bandara soekarno-hatta jakarta, gue mengambil nafas panjang dan berkata dalam hati"Long Distance Relationship dimulai". lima bulan sudah gue menjalin hubungan jarak jauh sama dia, banyak hal yang kita laluin, mulai dari cemburu, kurang percaya, salah paham, bad repond, beda pendapat, bahkan hampir putus. dan komunikasi kita pun sekarang sudah menipis, banyak yang berubah, entah dia yang berubah atau memang jalan pikiran gue yang berubah.
aduhhh danggg , wktu saya membacanya saya meneteskan air mata . kami kangen kamuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu :( ckckckkc :*
BalasHapusha? biasa aja kok :)
BalasHapusterimakasih :)